Tiga-dimensi atau 3D dapat diartikan sebagai suatu objek yang memiliki ukuran tiga-dimensi: lebar, panjang/tinggi, dan kedalaman. Sebagai contoh objek tiga-dimensi adalah sebuah kubus seperti yang diperlihatkan pada gambar 1. Pada gambar 1 terlihat bahwa objek kubus memiliki ukuran tiga-dimensi yaitu panjang, lebar dan kedalaman.
Gambar 1. Kubus dalam 3D
Untuk benar-benar melihat 3D(true 3D) maka, suatu objek harus dilihat dengan menggunakan kedua mata atau memberikan gambar dua-dimensi(2D) secara terpisah dan unik dari suatu objek pada masing-masing bola mata. Sebagai contoh untuk mempermudah pemahaman pengertian diatas maka, diperlihatkan pada gambar 2 bahwa setiap mata menerima gambar 2D pada retinanya. Gambar 2D yang ditangkap oleh masing-masing retina merupakan dua gambar yang benar-benar berbeda, hal ini dikarenakan dua gambar ini diterima oleh retina dari dua sudut yang berbeda. Kemudian otak menggabungkan dua gambar berbeda ini menjadi bentuk gambar 3D dikepala.
Gambar 2 Ilustrasi melihat tiga dimensi
Pada gambar 2 sudut diantara gambar menjadi semakin mengecil jika objek semakin menjauh dan membesar jika objek semakain mendekat, fenomena ini dapat dipergunakan untuk mewujudkan efek 3D. Efek 3D dapat diperkuat dengan cara memperbesar sudut diantara dua gambar. View-master dan film 3D merupakan contoh penerapan teknologi yang memanfaatkan efek 3D dengan cara menggunakan lensa terpisah pada setiap mata atau menggunakan kacamata filter warna yang memisahkan dua gambar bertumpuk(superimposed).
Pada komputer grafik, perwujudan objek 3D pada layar datar komputer (monitor) dilakukan dengan cara menambahkan ilusi kedalaman(perspektif) atau dimensi ketiga, cara ini merupakan cara penampilan objeck 3D ke layar dua dimensi yang mendekati true 3D.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar